Jumat, 15 Juli 2011

ETIKA FILSAFAT KEPEMIMPINAN PELAYANAN PUBLIK DAN PEMBANGUNAN

                                                                        
1. Pada dasarnya  terjadinya masalah dalam organisasi menganai ke tidak pahaman  regurasinya dalam organisasi, maka dari itu lah terjadi pemimpin miskipun tidak seberapa paham  untuk jadi pemimpin. Dan juga bukan salah ke pemimpinanya untuk ketidakefektifan dan kontributif karena namanya itu jadi pemimpin barat sekali mengamban tanggungjawabny. Oleh Karena itu masalah untuk perbedaan GENDER dan HAM itu untuk  membangun kualitas manusia itu tergantung dirinya sendiri bukan di gantungkan kepada pemimpinnya karena pemimpin itu caman menjadi pasilitator dalam organisasi  untuk meningkatkan keefektifan  dalam organisasinya,  baik organisasi formal atau non formal.

2. Sebagai Mahasiswa atas pertanggung jawabannya yang pertama  pada dirinya sendiri dan juga ke pada orang lain  dan lagi secara umum bertangung jawab ke pada masyarakat conto yang baik secara akhlaknya dan etikanya baik secara pembicaraan maupun perkataan inilah yang manjadi tanggungjawab Mahasiswa. Dan selanjutnya itu masalah etika ke pemimpinan benar-banar jadi pemimmpin, dan jaga masalah filsafat bahwah pemimpin itu bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah dalam menjadi pemimpin dirinya maupun secara umum. 

3. Yang pertama memilih untuk sebagai yang menjadi pemimpin baik secara otoriter atau demukratis dan liberal. Langkah yang pertama kota ber introfeksi diri untuk menjadi pemimpin dan jaga. Yang ke dua kita harus mampu member contoh yang baik. Yang ke tiga kita harus mampu menghadapi cobaan segalah hal. Maka dari itu baru kita mejadi pemimpin yang benar-benar mempunyai sosok yang tinggi atau mempuyai kharismatik luar biasa atas ke pemimpinannya dan bisa membedakan bawahan dan atasan, nah inilah yang disebut kharismatik dan administratife dalam pemimpin.  

4.  Semua manusia yang mengaitkan deengan ke filsafatan tentang berfikir maupun ke benaran sebagai pemimpin harus memberi mutifasi ke pada bawahannya untuk meningkat belajar dan berfikir bahwah kita ini mempunyai untuk membangun yang lebih baik dari tahun ini k tahun ke depan nanti, karena tidak gampang untuk menjadi pemimpin kalau tadak membari mutifasi ke pada bawannya,  maka dari itu pemimpin harus bisa menyalessaikan masalah atas ke pimimpinannya.

5.   Seseorang menjadi pemimpin yang etik disifati dengan ke disilinan untuk mengambil le putusan baik atau yang tepat dalam pemimpin yang bijak.Oleh karena itu tentang fenomina-fenomina yang telah terjadi dalaam kepemimpinannya ke tidak baikan maka dari itu kami mempuyai keharusan untuk memperbaiki ke pemimpinanny biartidak terjadi ke3 tidak sesuaian di masyarakat nanti untuk ke tidak baiknay pemimpin di masa dapan.

6. Pada yang pertama kami ini menentukan atas kelebihan dan kekurangan atas dasar pengatahuan yang telah di jangkau oleh seseorang dan juga IQ,QQ dan EQ,SQ. karena bisaq di katakan sebuah organisasi apa lagi tentang masalah pemimpin itu wajib untuk memberikan pelayanan kepada bawhannya dan untuk membangon yang baik bahwa sesuai daengan apa kami harapkan bersama untuk menjadi ke sejahtraan masa depan.

»»  READMORE...