Minggu, 11 Maret 2012

A.HAKIKAT KEPEMIMPINAN UNTUK MELAYANI DALAM ORGANISASI

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil
Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik

C. RUMUSAN MASALAH

1.Apakah hakikat seorang pemimpin?
2. bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?
3. Bagaimana hakikat kepemimpinan untuk melayani organisasi


D.  TUJUAN
 1. Mengatahui seorang hakikat kepemimpinan
 2. Memahami pemimpin yang melayani
 3. Pengertian tentang hakikat kepemimpinan untuk melayani organisasi

E.  MANFAAT

1. bahwa hakikat kepemimpinan adalah Seorang pimimpin benar-benar bertanggung        jawab atas kepemimpinannya  karena pemimpin itu harus memberikan contoh yang lebih baik ke bawahannya baik di organisasi pemerintah maupun di suwasta agar tercapai dalam tujuannya  organisasi.
2. Pemimpin adalah benar- benar berdasarkan konsep untuk melayani bawahannya demikian saya mengatakan seperti itu karena pemimpin harus berbukti bahwa anak didikny di layani dengan baik oleh pemimpinnya.
3. Atas menyusun makalah ini kami mencoba atas kemampuan menganalisa apa yang kami ketahui yang berkaitan dengan judul yang kami angkat sebagaimana mestinya dan juga tentang hakikat kepemimpinan dan  melayani dengan sejati dalam organisasi  untuk menjadi aspirasi pada kami.

F. METODE

Metoda yang saya gunakan adalah metode lab. Research dan purpustakaan atau mencari dari buku hasil penelitiannya orang lain. Dan pergi ke perpustakaan untuk mencari hasil yang telah di teliti orang lain tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke internet (warnet).

G TINJAUAN PUSTAKA

1 Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
 2 Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
3 Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius,  dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

H. PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Data yang saya di peroleh merupakan data yang telah di teliti oleh orang lain terdahulu dan di dapatkan dari berbagai sumber: Buku perpustakaan dan internit.
   Saya mengambil dari penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain atau dari buku, Reformasi Pelayanan publik, Kepemimpinan dalam manajemen.

Hakikat kepemimpinan:
adalah merupakan kehidupan sehari–hari, baik di lingkungan keluarga,maupun di organisasi, sedikit bayak kita mengatahui tentang hakikat kepemimpinan ssudah ada perubahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan bahwa pemimpin, kepemimpinan sertacuman mencari  kekuasaan. Sedangkan yang disebut hakikat kepemimpinan ini benar - benar menjalankan kepemimpinannya. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya masalah hakikat kepemimpinan.

Kepemimpinan yang Melayani:
 adalah pemimpin yang telah mempuyai jabatan formal, atau tidak formal, yang menuntut untuk mendapat fasilitas yang baik dan pelayanan dari konstituen dalam melayani bawahannya, yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antara pemimpin yang ketika dilantik atau udah mempuyai kekuasaan dalam kepemimpinannya  maka pemimpin mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah, yang tidak bisa di tinggalkan, namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh – sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.

Menganalisis data :
Adalah mmerupakan salah satu langka yang sangat kritis dalam menyusu makalah  ini atau menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan analisis data adalah salah satu proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah untuk dipahami atau dibaca orang lain dan interpretasikan. Dalam hal ini akami menyusun makalah ini untuk menyesuaikan atau menentukan, analisis data yang sesuai dengan yang kami ketahui.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan kegiatan analisis data, menggunakan  suatu kesimpulan. Menurut Robert Tanembaum analisis data terdiri dari beberapa kegiatan yaitu:
1.      Penguranagan data (Reduksi)
2.      Penyajian data yang tersusun dari penentuan data

I. Interpretasi Data
            Saya menjelaskan apa yang di analisis dari dua ( 2 ) buku untuk menjadi pedoman saya, Pemimpin artiny seseorang yang mempunyai kemampuan dalam menyelenggarakan kepemimpinannya suatu kegiatan di organisasinya agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik atau efisien dan efektif.
Pemimpin dapat di artikan pridikat yang di sandang seseorang sebagai pemimpin yang memiliki kemenangan, maka pemimpin wajib mempunyai melaksanakan yang sesuai dengan fungsinya atas kepimimpinannya.  
Kebutuhan untuk memahami kepemimpinan yang dipertuatkan dengan situasi tertentu, pada hakikatnya telah di kenal dari usaha-usaha pada penelitain yang terdahulu seperti universitas ohio dan juga tiga diminsi Reddin. Situasional yang dimakdukan oleh model di bagian ini ialah konsepsi model yang dikembangakan oleh Hersey dan blanchard yang amat menarik yang diketegahkan dalam buku ini.
Kepemimpinan situasional menurut Hersey dan blanchard didasarkan pada saling berhubungan hala-hal berikut:
1.      Jumlah petunjuk dan pengarahan yang diberikan oleh pemimpin.
2.      Jumlah dukungan sosioemosional yang diberikan oleh pimpinan.
3.      Tingakt kesiapan atu kematangan para pengikut yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas khusus, fungsi, atau tujuan tertentu dalam kepemimpinan.

Konsepsi ini telah di kembangkan untuk membantu orang menjalankan kepemimpinan dengan memerhatikan perannya,yang lebih efektif dalam intraksinyadengan orang lain setiap harinya konsepsional melengkapi pemimpin dengan pemahaman dari hubungan antara gaya kepemimpinan yang efektifdenan tingkat kematangan para pengekutnya. Dengan demikian walaupun terdapat bayak vareabel – vareabel situsionalyang penting lainya mesalnya: organisasi tugas-tugas oekerjaan, pengawasan, dan waktu kerja, penekanan dalam kepemimpinan situasional ini hayalag pada prilaku kepemimpinan dan bawahanya saja.   
Prilaku pengekut atau bawahan ini amat penting untuk mengetaahui kepemimpinan situasional. Karena bukan saja pengekut sebagai induvidu bisa menerima atau menulak pemimpinya,  tetapi sebagai pengekut secara kenyataan dapat menentukan kekuatan pribadi apa pun yang di miliki ppemimpin.


J.  PENUTUP
  1. Kesimpulan
      1. Hakikat seorang pemimpin adalah salah satu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
      2. Memahami pemimpin yang melayani, Pemimpin adalah kepemimpinan merupakan suatu kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin yang melayani bawahannya atau sama bekerja keras untuk memperbaiki dirinya sebelum  memperbaiki orang lain. Sebagai orang menjadi pemimpin.
      3. Pengertian tenteng hakikat kepemimpinan untuk melayani dalam organisasi. Pemimpin adalah bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out). Dan juga pemimpin itu harus mengatahui tentang tujuan organisasi-organisasinya.

B.  SARAN
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.
Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung
kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang
dipimpin.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Miftah thoha. Kepemimpinan dan manajemen .Ed 1-15 jakarta: rajawali pers, tahun 2010
  2. Muller, Robert Kirk. 1978. Career Conflict, Managemment’s Inelegant Dysfunction. Massachusetts: An  Arthur D. Little Book, Lexington Book.
  3. Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambele, dkk. Reformasi Pelayanan Publik. Pt bumi aksara jl, sawo raya no, 18 jakarta tahun 2006
  4. Cooper,Robert K. dan Ayuman Sawaf. Kecerdasan dalam emosional dalam kepemimpinan organisasi. Jakarata Median. Pustaka Utama tahun 2001
  5. Dunn, William N. Analisis Kebijakan Publik“ Terjemahan Samodra Wibawa dkk, Yogyakarta , Gajah Madah university pres 2000. 
  6. http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-tentang-kepemimpinan/ 
  7. http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/01/makalah-manajemen-kepemimpinan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar